Wednesday, February 25, 2009

ANALISA WEBSITE

  1. Pemilihan Skema Warna Pada Sebuah Website

Warna

a) Warna merupakan hasil dari cahaya dimana cahaya merupakan perwujudan dari

spektrum elektromagnetik.

b) Jika panjang gelombang berada pada kisaran 400 – 700 nm, luminans konstan dan saturasinya (jumlah cahaya putih yang ditambahkan) dijaga tetap, seseorang yang mempunyai penglihatan warna normal mampu membedakan kira- kira 128 warna yang berbeda.

c) Banyaknya warna yang dapat dibedakan satu dengan yang lain bergantung pada

tingkat sensitifitas mata seseorang.

d) Sensitifitas ini tidak merata pada seluruh medan penglihatan seseorang. Mata dapat membedakan warna secara akurat ketika posisi obyek membentuk sudut sebesar ± 150 terhadap mata (dengan posisi kepala dan mata diam).

e) Dengan warna manusia mampu membedakan satu objek dengan objek yang lain.

Dengan warna manusia terbantukan dalam mengolah data menjadi informasi.

f) Penggunaan warna yang sesuai dengan pengguna akan mempertinggi efektifitas

tampilan grafis.

g) Jika warna yang digunakan tidak mengindahkan aspek kesesuaian dengan pengguna, maka pengguna justru bisa menerima informasi yang salah.

Tetapi tidak adanya standar yang dapat digunakan sebagai acuan resmi tentang penggunaan warna yang bagus, karena karakteristik orang per orang berbeda dalam hal persepsi tentang warna. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam menggunakan warna :

a. Aspek Psikologi

  1. Hindari penggunaan tampilan yang secara simultan menampilkan sejumlah warna tajam.Warna merah, jingga, kuning, dan hijau dapat dilihat bersama – sama tanpa perlu pemfokusan kembali, tetapi cyan, biru, dan merah tidak dapat dilihat secara serempak dengan mudah. Pemfokusan kembali mata yang berulang – ulang akan menyebabkan kelelahan penglihatan.
  2. Hindari warna biru murni untuk teks, garis tipis dan bentuk yang kecil. Mata kita tidak diset untuk rangsangan yang terinci/kecil, tajam, bergelombang pendek.
  3. Hindari warna berdekatan yang hanya berbeda dalam warna biru. Sudut – sudut yang beda hanya pada prosentase warna biru akan terlihat sama.
  4. Pengamat yang lebih tua memerlukan aras ketajaman yang lebih tinggi untuk membedakan warna
  5. Besarnya perubahan warna yang dapat dideteksi bervariasi untuk warna yang berbeda. Perubahan kecil dalam warna merah dan ungu sukar dideteksi dibandingkan dengan warna lain seperti kuning dan biru – hijau. Selain itu sistem penglihatan kita tidak siap untuk merasakan perubahan warna hijau.
  6. Hindari warna merah dan hijau yang ditempatkan secara berseberangan pada tampilan berskala besar. Warna yang lebih cocok adalah biru dan kuning.
  7. Warna yang berlawanan dapat digunakan bersama – sama. Merah dengan hijau atau kuning dengan biru merupakan kombinasi yang baik untuk tampilan sederhana. Kombinasi merah dengan kuning atau hijau dengan biru akan menghasilkan citra yang lebih jelek.
  8. Untuk pengamat yang mengalami kekurangan dalam melihat warna hindari perubahan warna tunggal.
  9. Warna akan berubah kenampakannya ketika aras cahaya sekeliling berubah sehingga tampilan akan berubah ketika cahaya sekeliling berbeda sangat tajam

b. Aspek Perceptual (persepsi)

  • Persepsi adalah proses pengalaman seseorang dalam menggunakan sensor warnanya.

  • Diterima tidaknya layar tampilan warna oleh para pengguna, sangat bergantung pada bagaimana warna digunakan. Warna dapat meningkatkan interaksi hanya jika implementasinya mengikuti prinsip dasar dari penglihatan warna oleh manusia.

  • Tidak semua warna mudah dibaca. Secara umum latar belakang dengan warna gelap akan memberikan kenampakan yang lebih baik (informasi lebih jelas) dibanding warna yang lebih cerah

  • Hindari diskriminasi warna pada daerah yang kecil

c. Aspek Kognitif

  • Jangan menggunakan warna yang berlebihan karena penggunaan warna bertujuan menarik perhatian atau pengelompokan informasi. Sebaiknya menggunakan warna secara berpasangan.

  • Kelompokkan elemen – elemen yang saling berkaitan dengan latar belakang yang sama

  • Warna yang sama membawa pesan yang serupa

  • Urutkan warna sesuai dengan urutan spektralnya

  • Kecerahan dan saturasi akan menarik perhatian

  • Warna hangat dan dingin sering digunakan untuk menunjukkan arah tindakan. Biasanya warna hangat untuk menunjukkan adanya tindakan atau tanggapan yang diperlukan. Warna yang dingin biasanya digunakan untuk menunjukkan status atau informasi latar belakang.

CONTOH HALAMAN WEB

a. Halaman web : www.indosiar.com














Pewarnaan pada web ini terlihat bagus, cerah dan sangat menarik. Perpaduan warnanya pas dan terkesan unik walaupun penataan gambarnya sedikit berantakan, tapi tetap terlihat bagus.

b. halaman web : www.yuhefizar.polinpdg.ac.id













Pada web ini skema warnanya sudah tersusun dengan rapi, perpaduan warnaya bagus dan kelihatan bersih. Pemakaian warnanya tidak mencolok. Pada pemilihan skema warna yang baik pada web ini sudah pas yaitu dengan warna latar yang tipis dan menggunakan perpaduan warna yang serasi.
2. Prinsip Fisikal dan Prinsip Kognitif dalam Faktor Ergonomi
Ergonomi yaitu ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan mereka. Sasaran penelitian ergonomi ialah manusia pada saat bekerja dalam lingkungan. Secara singkat dapat dikatakan bahwa ergonomi ialah penyesuaian tugas pekerjaan dengan kondisi tubuh manusia ialah untuk menurunkan stress yang akan dihadapi. Upayanya antara lain berupa menyesuaikan ukuran tempat kerja dengan dimensi tubuh agar tidak melelahkan, pengaturan suhu, cahaya dan kelembaban bertujuan agar sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia.

PRINSIP FISIKAL

1) Menjadikan segala sesuatu mudah dijangkau

Ketika membuka sebuah website orang akan melihat tampilan sebuah website apakah tampilan website itu menarik atau tidak sehingga website menjadikan segala sesuatu mudah dijangkau dalam mencari sebuah informasi.

2) Bekerja dengan tinggi yang sesuai

Website dapat memberikan informasi ataupun pengetahuan bagi seseorang untuk mencari sesuatu sehingga sebuah website harus benar-benar bekerja sesuai dengan kebutuhan yang dapat memberikan informasi

3) Mengurangi pengeluaran tenaga yang berlebihan

Sebuah tampilan website harus mengurangi tampilan yang membuat pengunjung merasa bosan dan menggunakan warna –warna yang terang.

4) Meminimalkan keletihan

Sebuah website harus meminimalkan keletihan pada saat orang mengunjung website sehingga pada saat website itu saat loading orang tidak terlalu lama untuk menunggu website itu terbuka

5) Mengurangi pengulangan yang berlebihan

Sebuah website harus mengurangi tampilan yang berulang-ulang karena membuat orang merasa bosan bila memebuka web tersebut.

6) Meminimalkan contact stress

Pada saat orang membuka website kita orang tersebut harus merasa nyaman bila membuka website kita sehingga dapat menghilangkan stress orang karena dengan tampilan website yang begitu menarik dan memberikan informasi terbaru orang tersebut akan merasa nyaman dan senang.

7) Menciptakan lingkungan yang menyenangkan

Sebuah website harus menciptakan pengunjung website merasa senang saat membuka sebuah website.

8) Memberikan jarak ruang dan akses

Sebuah Website dapat memberikan jarak ruang dan akses yang luas sehingga pengunjung dapat mengaksesnya ke berbagai Negara dalam mencari informasi seperti pengetahuan teknologi informasi,mencari pekerjaan dll.

PRINSIP KOGNITIF

  1. Adanya Standarisasi

Dalam membuat sebuah website harus mempunyai standrisasi

  1. Membuat stereotipe

Stereotipe adalah pendapat atau prasangka mengenai orang-orang dari kelompok tertentu, dimana pendapat tersebut hanya didasarkan bahwa orang-orang tersebut termasuk dalam kelompok tertentu tersebut. Stereotipe dapat berupa prasangka positif dan negatif, dan kadang-kadang dijadikan alasan untuk melakukan tindakan diskriminatif.

  1. Menghubungkan aksi dengan persepsi

Prinsip kognitif (pola pikir manusia) dapat menghubungkan aksi dan persepsi setiap orang sehingga diambil suatu persepsi secara bersama-sama.

  1. Mempermudah pemaparan suatu informasi

Sebuah website orang dapat memberikan kritikan dan saran tentang penampilan website yang telah kita buat sehingga dari kritikan tersebut kita dapat memperbaiki atau memperbaharui tampilan website.

  1. Menyajikan informasi pada level yang tepat secara detail

Dalam membuat sebuah website kita harus menyajikan sebuah informasi yang tepat secara detail sehingga orang yang melihat dan membuka website dapat mengetahui informasi sehingga informasi ini diketahui oleh orang lain.

  1. Memberikan image/gambaran yang jelas

Pada sebuah website harus memberikan image (gambar) yang jelas sehingga orang yang melihatnya tahu maksud gambar yang telah kita buat

  1. Membuat redundansi

Pada prinsip kognitif dalam faktor ergonomi di buat redudansi

  1. Membuat pola

Merancang sebuah website harus membuat pola sehingga pola-pola apa saja yang dibutuhkan dalam website.

  1. Memberikan stimulan yang bervariasi sesuai kondisi

Prinsip kognitif bila ditinjau dari sebuah tampilan website harus memberikan stimulant yang bervariasi sehingga orang yang melihat website kita tidak merasa jenuh dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat.

  1. Memberikan umpan balik secara cepat/seketika.

Orang yang membuat website harus memberikan umpan balik antara si pembuat dengan si pemakai sehingga mereka dapat kritik atau saran yang bersifat membangun kreativitas penampilan website.

Kesimpulan :

Dari kedua web diatas dari skema pewarnaanya sama-sama bagus, cerah dan tidak menampilkan kesan yang mencolok serta memiliki ke unikan dan daya tarik yang tersendiri. Pada web 1 yaitu, www.indosiar.com , pewarnaannya bagus serta tersusun dengan rapi, mengunakan warna latar yang tipis dan tidak menampilkan warna yang mencolok. Pada web ini untuk penggunaan warnanya biasa saja, natural dan fresh serta tidak menggunakan warna yang mencolok tetapi tetap bagus dipandang. Perpaduan warna hitam dan latrnya sedikit memakai warna putih dan menggunakan perpaduan warna merah dan putih untuk teksnya.


No comments:

Post a Comment